" Am I a fool?
Or a person who is just truly in love?
In love with a guy I’ve never met before? "
Aku tak mengenal mu. Aku hanya cukup tahu. Tidak, tidak. Ku rasa kata " cukup " pun tak pantas. Aku hanya sekedar tahu tentang mu. Ya, kata " hanya sekedar " nampaknya memang lebih pantas. Banyak sekali pertanyaan yang ingin ku lemparkan kepada mu. Tapi aku tak cukup berani. Aku malu lebih tepatnya. Kelihatannya emang kuno, zaman sekarang, aku masih terlalu takut untuk dianggap menyukai seseorang hanya karena merasa seperti dijauhi secara tiba-tiba dan merasa takut.
Hari dimana kau pertama sekali menelpon ku, ku pikir kau lah orangnya. Ternyata aku salah. Sakit sekali rasanya. Kau baik, perhatian, lucu, aku sempat terenyuh oleh itu semua. Tapi disaat itu juga kau pergi, bahkan kata " hanya sekedar " pun tidak pantas lagi ku sandang untuk mu. Jika tahu seperti ini ujungnya, lebih baik tak usah sama sekali tahu-menahu tentang mu.
Kenapa cuma aku? Kenapa cuma aku yang kau perlakukan seperti ini? Apa salahku? Aku melihat mu berbincang dengan gadis lainnya. Kau bilang padaku kau sedang sibuk, tapi kenapa hanya padaku dan kepada gadis itu tidak? Kau curang! Kalau memang tak suka lebih kau katakan dan aku akan mengubur semuanya dalam-dalam, karena semua juga belum terlalu jauh, aku tak kan merasa sedih, paling hanya kecewa. Iya kecewa, kecewa pada diriku sendiri yang terlalu gampang terbuai.
Ini kah akhir cerita pertemanan dunia maya kita? Jikalau begitu, cukup sudah. Tak perlu banyak kata. Terimakasih untuk mu, yg sempat membuat hari ku indah, sempat melupakan " dia " sejenak. Terimakasih untuk pujian, tawa, dan sedikit ilmu yg kau berikan.
deleted.................................tschüss!
No comments:
Post a Comment