Showing posts with label 30 Days of Writing. Show all posts
Showing posts with label 30 Days of Writing. Show all posts

Friday, 15 April 2011

Day 3 — Your parents

After all this time, you are the one I still hold in high regard. The pleasure is all mine for having you as my parents.

Dear mom,
I am going 18 this coming June.
I've grown up and soon I'll become your lady
not your little girl anymore.
I know. I didn't act really good this far.
I know that I've made you sad,
disappointed, angry and so on.
But mom, please. Forgive me,
and take me the way I am.
I can't be like Othniel, your beloved son.
I even can't be 25% out of 100% like him.
I feel like fucking yell at you and say "I tried, I just can't".
I am me, and he is his.
We're different. This is me, mom. Not anyone else.
Please, I beg you. Take me the way I am.
I've tried to change my attitude and behaviour,
just to make you proud of me.
Sometimes, I get jealous...
because you serve Othniel thal well.
Don't you know mom, every day every night
I always think about you and end up with tears?
You know, I've acted 180 degree differently just to make you happy.
Just to make you sure that the presence of my life isn't a mistake.
I've tried my best in my study.
I got the first rank and I got full scholarship,
 both from the prestigious ones.
Not enough for you? Soon, mom.
Someday, just wait and keep praying for me.

Mom,
still, I wanna thank you for everything.
For your kindness, love, care, patience.
Everything mom, e.v.e.r.y.t.h.i.n.g.
Sometimes, we might also have a fight. Blame it all on me for being disrespectful.
Thank you for keep listening to my story. Talking to you always successfully takes the burden off my shoulder.
I love you. ♥

Dear Pop,
deep down I realize that,
here you are the one that worry me the most.
Thank you for the love and care.
It's all mean a lot to me.
Thank you for always be my side,
whenever I need you.
Thank you for keep complaining about every single thing I'm doing.
Thank you for keep reminding me about the importance of having three meals at the proper time.
Thank you because you really really accept me the way I am.
Thank you for your unconditional love to me.
Thank you for believing on me.
You are my everything. My father, my brother
and my best friend all in one.
You said to me to not to take others for granted,
to stay cool \m/ and do whatever I wanna do,
talk and walk just the way I like but, still, all in a positive and polite way.
and I will always keep that in my mind, pop.
Thank you for enlightened me with your wise words.
You rocks, pop. yeahsss \m/
♥

Dear mom and pop, it's been my pleasure to be born in this world as your child, your daughter.
There's no such thing called regrets.
I love you, I really do. Always will do.
:)

Cheers,
♥ Golda Regina ♥
--------------------------------------------------------------------------------------------------------
P. S: Time flies, it's just two days away to my national exam. Timetable is pretty good..start from 18 to 21. I know I should start revising. Been spending so much money these few days and guess what? My big brother angry with me.... /duh

xx

Thursday, 14 April 2011

Day 2 — Your Crush


Sebut saja namanya Tupai. Hahaha. Dia. Tiga tahun aku bersekolah di sekolah itu, baru detik-detik terakhir masa SMA ini aku menemukan sosok yang sangat mengagumkan. Ya.. setidaknya bagiku. Anak laki-laki yang notabene murid baru di kelas sosial ini menyandang gelar juara satu umum di sekolah untuk jurusan IPS. Hebat! Ini murid baru kelas kakap namanya! Hahaha. Dia berbeda. Ya.. setidaknya menurut pandangan ku sih begitu. Walaupun teman-temannya, bisa dibilang bandel-bandel, suka kebut-kebutan, anak genk, tapi dia tidak pernah melupakan kewajibannya sebagai pelajar. Dia tidak melupakan sekolahnya. Salut! Juara satu umum, ketua kelas, ketua panitia perpisahan, juara olimpiade, dan berwibawa. Murid baru macam apa kau? Udah megang jabatan penting aja. Hahaha. Me envy you so much, Tupai! Ingat nggak waktu kita hampir saja berargumen panas waktu rapat album kenangan? Kalau saja tidak ada seseorang yang menahan ku untuk membantah atau hmm, yaa membalas omongan mu, mungkin saja seisi ruangan itu akan lari ketakutan Hahaha. Sssst, let it be our secret ya! ;-)

Tupaiiiii, murid baru yang membuat jantung ku cenat-cenut... Postingan hari kedua ini untuk kamu. Iya kamu! Senang ya? Hihihi. Selamat bertugas untuk perayaan Ekaristi besok di sekolah! :-)

xx

Wednesday, 13 April 2011

Day 1 - Your best friend


Her name is Melissa. She's not my best friend, she's my half part sister.

Aku bertemu dia tahun 2005 tepatnya saat penerimaan murid baru di SMP St. Thomas 1 Medan.
VII-1. Iya kita satu kelas. Kelas VII-1.
Melissa, seorang anak keturunan tionghoa ini badannya kecil. Untuk ukuran badan, sangat tidak layak menyandang gelar anak SMP. Hahaha. Kalau saja dia tidak pakai seragam SMP, orang-orang pasti menduga kalau dia itu anak TK. Kebayang kan gimana kecilnya badannya itu? Hihihi ;-)
Pepatah itu benar ya "kecil-kecil cabe rawit"
Penasaran? Jadi begini ceritanya...
Hari pertama masuk sekolah, wali kelas ku langsung meroker bangku kami. Kebetulan ada sisa 4 anak yang nggak kedapatan pasangan duduk. Salah satunya Melissa dan aku sendiri. Aku nggak tahu ini bisa dibilang beruntung apa nggak, tapi yang pasti aku beserta 3 orang anak itu kedapatan bangku paling belakang. Tapi kalau aku ya cocok lah duduk paling belakang, secara aku itu termasuk anak yang tinggi ( dulu ya sekarang mah bantet hahaha ) nah si Melissa? Aduuuhh, udah kecil, imut-imut, rambut di kuncir dua lagi, dengan semangatnya bilang "Iya gakpapa kok bu saya dibelakang." "Iya nampak kok tulisan di papan tulisnya." Hahaha. Keren abis ini anak. Dulu aku menyebutnya si mata indovision hahaha. Terus karena aku kasian sama dia nggak ada temen ngobrolnya, aku ngajak dia buat sebangku sama ku. Aku kirain ini anak cina sebijik bakal kalem-kalem kayak temen-temen chinese ku yang lainnya. Eng ing eng. Ini anak ternayata buas kali. Hahahaha. Dia mulai ngacak-ngacak kotak pensil ku trus nyoret-nyoret apa aja yang bisa dicoretnya. Trus waktu aku bilang "jangan lah" eh dia malah marah terus ngejambak rambut ku, cubit tangan ku. Luar biasa! Diluar dugaan. Emang kecil-kecil cabe rawit seribu ton ini anak. Pedas! Hahahaha. Lama-lama sebel juga, hubungan kami nggak berlangsung lama. Ya iya lah, siapa coba yang mau disiksa kayak begitu? Hihihi. Aku main sama temen-temen yang lain gitu juga dia. Ntah kenapa, mulai kelas 8 dia berubah terus kita jadi dekat, walaupun nggak dekat kali. Kelas 9, semakin akrab, mulai smsan, telfonan dan jalan bareng. Sampai sekarang, dia curhat sama ku dan aku curhat sama dia. Dia pun semakin lama,semakin spesial di mata ku. Aku sudah menganggap dia seperti keluarga ku sendiri. Orangtua kun sangat welcome sama dia. Banyak banget hal-hal menakjubkan ku lakukan bersamanya. Andai saja dia itu cowok, dia lah orang pilihanku. Hahaha. Aku nggak harus berpura-pura dihadapannya, dia anaknya fair-fair aja, nggak gampang tersinggung dan punya selera humor yang baik. Pokoknya TOP abis. Ya emang, persahabatan kita nggak mulus-mulus aja. Kadang-kadang suka berantem juga, tapi nggak lama-lama kok, karena kita tipe orang yang nggak pendendam, dan nggak gitu mau ambil pusing sama hal nggak penting. Hahahaha. Oke segitu aja. Melissa, postingan ini buat mu. Semoga kita bisa sama-sama terus walaupun nanti nggak bakal satu kampus ya. Dan jarak semakin jauh. I love you!

xx