Walaupun bakal kembali cepat atau lambat, tapi tetap berat. Disatu sisi, kota ini sangat pasif, ramai tapi tidak jelas karena apa. Tapi dia tetap menjadi saksi bisu tumbuh kembang ku selama 18 tahun.
Medan, kau bakal rindu aku nggak? Walaupun belum terjamah secara keseluruhan, tapi aku cukup mengenal mu. Dan aku........ sudah terlanjur cinta.
Jujur tiga paragraf disana cuma alasan. 1% kesedihan 99% kegalauan.
Aku takut bertemu dengannya. Jakarta. Aku tahu bahwa Jakarta merupakan salah satu kota terluas di dunia. Luas. Di dunia loh, bisa bayangin kayak apa luasnya. Tapi tempat dimana ia berpijak, seluas apapun suatu wilayah, sewaktu-waktu bisa menciut, sangat sempit, sampai nafas ini terpenggal-penggal.
Kita berbeda. Kamu pernah, aku masih. Kau tahu maksudku. (via ihatecinderella ~ Tumblr)
Di suatu detik, menit bahkan jam. Di suatu hari, minggu, bulan bahkan tahun. Di suatu pertengahan, di titik itu, di tengah ramainya kota Jakarta, ia pasti akan memberikan kita kesempatan untuk berpapasan.
Ini untuk kamu, Muhammad Yudha Dwiputra.
Dari aku, yang masih menyayangimu, sama seperti 19 bulan yang lalu, berbunga-bunga yang terus masih dan tidak akan pernah.
Perasaan yang tidak terKATAkan. Seperti surat yang salah alamat. Tidak akan pernah sampai. (~Tumblr)
Jangan marah ya Moo, ini tulus dari Mbek. Apa kabar? Baik-baik ya. Moo, tahu nggak? Mbek mau 18 tahun loh, 3 hari lagi. Moo masih ingat? Telepon Mbek lagi dong, tepat pukul 00:00 , kayak dulu Moo? :)
Love,





































